Top 10 Tren Industri Manufaktur 2024 yang Harus Diketahui Oleh para Pebisnis

Top 10 Tren Industri Manufaktur 2024 yang Harus Diketahui Oleh para Pebisnis

Industri manufaktur terus beradaptasi dan berkembang setiap tahun. Berbagai perusahaan manufaktur di Indonesia telah mengikuti tren terbaru dalam industri ini. Dengan adanya tren teknologi terbaru industri manufaktur dituntut untuk perlu mengembangkan industri manufaktur.

10 Tren Manufaktur Terbaru

Untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam manufaktur, berbagai teknologi telah mulai diadopsi secara global. Berikut adalah 10 tren manufaktur teratas di tahun 2024 yang dapat membantu perusahaan:

  • Digital Twins

Digital twins adalah model digital dari produk, sistem, atau proses fisik yang digunakan untuk simulasi dan analisis. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan model virtual yang mencerminkan keadaan nyata dari objek atau proses fisik, sehingga mereka dapat mensimulasikan dan memprediksi hasilnya.

Menurut McKinsey, survey menunjukkan bahwa sekitar 75% perusahaan telah mengadopsi teknolgi digital twins pada tahun 2024, dengan penggunaannya tersebar di industri otomotif, logistik, infrastruktur, dan energi.

Penggunaan digital twins memungkinkan optimasi dan pemantauan secara real-time, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi downtime. Selain itu, troubleshooting dapat dilakukan tanpa perlu mengubah versi fisik dari produk atau sistem tersebut.

  • Reshoring

Reshoring adalah proses memindahkan kembali produksi dan operasi bisnis yang sebelumnya dialihkan ke luar negeri (offshoring) kembali ke negara asal perusahaan. Langkah ini diambil untuk berbagai alasan, termasuk meningkatkan kontrol kualitas, mengurangi biaya pengiriman, memastikan keandalan rantai pasokan, dan merespons perubahan dalam kebijakan perdagangan atau tuntutan konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, reshoring telah menjadi tren penting di berbagai industry, karena perusahaan berusaha mengatasi tantangan global seperti gangguan rantai pasokan dan meningkatnya biaya tenaga kerja di negara-negara tujuan offshoring. Dengan membawa produksi kembali ke negara asal, perusahaan dapat lebih cepat beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar, meningkatkan fleksibelitas operasional, dan menduung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan reshoring, perusahaan memindahkan kembali produksi e negara asal, yang memberikan beberapa keuntungan. Beberapa manfaatnya antara lain:

1. Mengurangi biaya transportasi. Dengan memusatkan produksi di satu negara, perusahaan dapat menekan biaya logistik dan waktu pengiriman barang.

2. Mengurangi lead time. Dengan reshoring, produk dapat didistribusikan ke pasar dengan lebih cepat, memenuhi permintaan yang terus berubah.

3. Menciptakan ekosistem manufaktur yang berkelanjutan. Perusahaan dapat dengan mudah meningkatkan kualitas produksi lokal.

  • Reskilling Workfoce

Reskilling workface adalah proses memberikan keterampilan, pengetahuan, dan pelatihan tambahan kepada karyawan yang sudah ada dalam suatu perusahaan atau industri. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi perubahan teknologi, tuntutan pasar, atau perubahan dalam tugas an tanggung jawab pekerjaan. Reskilling merupakan respons terhadap kebutuhan akan karyawan yang memiliki keterampilan baru atau diperbarui untuk tetap relevan alam lingkungan kerja yang terus berkembang.

Dalam konteks industri manufaktur, reskilling workface dapat melibatkan pelatihan dalam penggunaan teknologi baru, proses produksi yang ditingkatkan, atau bahkan perubahan dalam kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja. Melalui reskilling, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan mereka tetap kompeten dan produktif, sambil juga mendukung perkembangan karier dan kesejahteraan karyawan.

  • Industrial Automation

Seiring berjalannya waktu, tekologi secara bertahap akan mampu menggantikan peran tenaga kerja manusia. Terutama dalam industri manufaktur, penggunaan sistem otomasi dan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi produksi.

Pada tahun 2024, otomasi industri akan menjadi komponen krusial dalam jalannya produksi bagi industri manufaktur. Hal ini dianggap sebagai solusi yang dapat membantu perusahaan mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi di tengah perkembangan industri. Selain memberikan peningkatan efisiensi, otomasi juga dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan kepuasan dalam bekerja. Dampak positif ini dapat membantu perusahaan menjaga retensi pekerja yang lebih tinggi.

  • Additive Manufacturing

Additive manufacturing dikenal sebagai manufaktur aditif tau percetakan 3D, adalah proses pembuatan objek tiga dimensi dengan menambahkan material secara berulang-ulang berdasarkan model digital. Additive manufacturing kini diterapkan dalam beragam sektor industri, termasuk otomotif, pertahanan, penerbangan, dan bidang medis. Produk yang dihasilkan bervariasi tergantung pada sektor industri yang bersangkutan. Selain untuk keperluan pembuatan prototipe, teknologi ini juga dapat mendukung proses kustomisasi tanpa pemborosan material yang signifikan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk merancang desain yang lebih kompleks dan memilih material yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

  • Artificial Intelligence (AI)

Tidak lama lagi, kecerdasan buatan (AI) akan diaplikasikan dalam berbagai bidang, termasuk manufaktur. Menurut World Economic Forum, investasi dalam AI untuk sektor manufaktur diperkirakan akan meningkat sebesar 57% pada tahun 2026.

Tren ini berpotensi untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan dalam industri manufaktur, sambil juga meningkatkan produktivitas tenaga kerja. AI dapat diterapkan dalam:

1. Forecasting : AI dapat menentukan peramalan dengan lebih cepat, memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi mereka dengan lebih cepat responsif.

2. Supply chain : management : AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan rantai pasokan, memastikan operasionalnya berjalan dengan lancar.

3. Human-robot collaboration : AI dapat memfasilitasi kerja sama antara manusia dan robot, meningkatkan responsivitas lini produksi secara keseluruhan.

  • Industrial Internet of Things (IIoT)

Berdasarkan konteks, IIoT (Industrial Internet of Things) adalah sebuah sistem yang memungkinkan pemantauan, analisis, dan pengumpulan datadari operasi industri. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dalam produksi manufaktur.

Pada tahun 2024, pengembangan IIoT diprediksi akan semakin maju seiring dengan adopsi teknologi 5G dan edge computing. Kedua teknologi ini diharapkan dapat mempercepat transfer data untuk mendapatkan hasil secara real-time.

IIot juga memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan produksi, karena juga diterapkan dalam distribusi rantai pasokan. Hal ini dianggap akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengelola aset dengan lebih efisien.

  • Cloud Computing

Bayangkan kemungkinan jika sumber daya dapat dialokasikan ke berbagai lokasi dengan kecepatan yang tinggi. Hal ini menjadi kenyataan berkat teknologi cloud computing, yang juga menjadi tren menarik dalam industri manufaktur pada tahun 2024.

Dengan menggunakan komputasi awan, manajemen produksi dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari peramalan permintaan, perencanaan, pengujian, produksi, hingga strategi pemasaran. Teknologi cloud computing menjadi sangat vital dalam kemajuan manufaktur modern. Perusahaan akan menikmati fleksibilitas dan skalabilitas yang optimal dalam operasinya.

  • Sensor dan Konektivitas

Seiring dengan pelaksanaan IIoT pada tahun 2024, teknologi sensor dan konektivitas juga mengalami perkembangan yang pesat. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data untuk meningkatkan optimasi industri.

Ketika terjadi masalah dalam operasi, sensor-sensor ini akan mendeteksinya dengan cepat. Kemudian, melalui konektivitas, data mengenai masalah operasional tersebut akan dikirimkan untuk perbaikan.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.